Polisi Didesak Investigasi Penyerangan Ambulans, tapi Mereka Enggan
BeritakuDotCom, Istana168 - Sebuah video beredar luas di media sosial selepas demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat lain berujung ricuh, Senin (30/9/2019) kemarin. Video itu merekam polisi yang menembakkan gas air mata ke ambulans.
baca juga : Paloh Sebut Jokowi-Parpol Pengusung Sepakat Tolak Perppu KPK
Video berdurasi 23 detik itu diambil dari salah satu gedung tinggi. Video dibuka dengan satu unit ambulans yang pintu belakang dan sampingnya terbuka tengah ada di persimpangan lampu merah. Di sekitarnya ada iring-iringan polisi bermotor.
Beberapa polisi lantas mendekat. Ambulans lalu melaju kencang, kemudian seorang polisi ‘menghadiahinya’ dengan gas air mata.
baca juga : Mengaku Lepas dari Narkoba, Nunung Srimulat Kangen Syuting
Sampai sekarang kejadian ini masih kabur. Lokasi kejadian, dan bahkan ambulans itu sendiri, belum diketahui milik siapa.
Kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan ambulans itu bukan milik pemkot. Pun dengan PMI Jakarta, menurut Plh.Kabid Organisasi dan Komunikasi PMI DKI Jakarta Muchtar.
baca juga : Tertidur di Pelantikan DPR, Politikus NasDem Mengaku Kelelahan Banyak Acara
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo malah meributkan penyebaran video, bukan isi video. Hal ini ia sampaikan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (1/10/2019).
Menurutnya, dalam demo-demo kemarin, tidak terbatas pada aksi 30 September saja, sudah ada orang yang bertugas “membuat video dan membuat foto,” bahkan ada yang “memviralkan, membuat narasi, dan meng-upload di media sosial.”
baca juga : Real Madrid Vs Club Brugge 2-2, Kenapa Zidane Ganti Courtois?
Tujuannya semata-mata “mengagitasi masyarakat.”
Kasus ini seperti hendak dilupakan begitu saja, sesuatu yang tidak disepakati Komisioner Ombudsman Ninik Rahayu.
baca juga : Rachel Maryam Berharap Mulan Jameela Dapat Kepercayaan Publik
Ninik mendesak polisi tetap mencari tahu kebenaran video tersebut dengan cara uji forensik. Sebab, jika benar kejadian di lapangan seperti yang terekam, polisi sudah melakukan malaadministrasi.
Verifikasi atas video juga perlu demi citra polisi: jika dibiarkan begini dan hanya dibantah dengan pernyataan, akan muncul anggapan bahwa polisi tengah berkilah.
baca juga : Tilang Elektronik Mulai Berlaku, Apa yang Perlu Diketahui
“Karena petugas medis itu, kan, melangsungkan tugas kemanusiaan yang sebenarnya itu tidak boleh dihalang-halangi. Dia justru perlu dijamin keselamatannya," ujar Ninik kepada reporter Tirto, Rabu (2/10/2019).
Sebelum kasus ini, dalam demo tanggal 25, polisi juga sempat menyerang mobil ambulans. Mereka bahkan mengintimidasi petugas medis karena menganggap ambulans itu membawa batu dan minyak.
baca juga : Hotman Paris: Honor Host Acara TV Enggak Ada Seupilnya Honor Pengacara, tetapi.
Belakangan polisi mengaku salah. Ambulans itu tidak membawa barang yang dimaksud.
Tidak Ditindaklanjuti
Komisioner Kompolnas Dede Farhan Aulawi menegaskan semestinya polisi memang harus “bekerja sesuai prosedur.”
baca juga : Pidato Puan Maharani Resmi Jadi Ketua DPR: Kami Tidak Antikritik
Kepada reporter Tirto, Rabu (2/10/2019), dia juga menegaskan: “jika ternyata di lapangan ada dugaan penyimpangan, maka tinggal dilaporkan ke pengawas.”
Kompolnas sendiri belum mencoba mencari tahu kebenaran video tersebut. Menurut Dede, mereka akan bergerak jika memang ada laporan. Dan sejauh ini laporan tersebut belum ada.
baca juga : Berat Perankan Ellyas Pical, Alasan Jefri Nichol Pakai Ganja
"Inisiatif individu secara informal, ya, bisa dilakukan," ujarnya.
Sepertinya peristiwa ini memang akan menguap begitu saja. Saat reporter Tirto mencoba mengkonfirmasi ulang ke Brigjen Dedi Prasetyo, dia mengulang apa yang sudah ia nyatakan sebelumnya: “Biasa, propaganda-propaganda medsos.”
baca juga : Paloh Sebut Jokowi-Parpol Pengusung Sepakat Tolak Perppu KPK
Video berdurasi 23 detik itu diambil dari salah satu gedung tinggi. Video dibuka dengan satu unit ambulans yang pintu belakang dan sampingnya terbuka tengah ada di persimpangan lampu merah. Di sekitarnya ada iring-iringan polisi bermotor.
Beberapa polisi lantas mendekat. Ambulans lalu melaju kencang, kemudian seorang polisi ‘menghadiahinya’ dengan gas air mata.
baca juga : Mengaku Lepas dari Narkoba, Nunung Srimulat Kangen Syuting
Sampai sekarang kejadian ini masih kabur. Lokasi kejadian, dan bahkan ambulans itu sendiri, belum diketahui milik siapa.
Kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan ambulans itu bukan milik pemkot. Pun dengan PMI Jakarta, menurut Plh.Kabid Organisasi dan Komunikasi PMI DKI Jakarta Muchtar.
baca juga : Tertidur di Pelantikan DPR, Politikus NasDem Mengaku Kelelahan Banyak Acara
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo malah meributkan penyebaran video, bukan isi video. Hal ini ia sampaikan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (1/10/2019).
Menurutnya, dalam demo-demo kemarin, tidak terbatas pada aksi 30 September saja, sudah ada orang yang bertugas “membuat video dan membuat foto,” bahkan ada yang “memviralkan, membuat narasi, dan meng-upload di media sosial.”
baca juga : Real Madrid Vs Club Brugge 2-2, Kenapa Zidane Ganti Courtois?
Tujuannya semata-mata “mengagitasi masyarakat.”
Kasus ini seperti hendak dilupakan begitu saja, sesuatu yang tidak disepakati Komisioner Ombudsman Ninik Rahayu.
baca juga : Rachel Maryam Berharap Mulan Jameela Dapat Kepercayaan Publik
Ninik mendesak polisi tetap mencari tahu kebenaran video tersebut dengan cara uji forensik. Sebab, jika benar kejadian di lapangan seperti yang terekam, polisi sudah melakukan malaadministrasi.
Verifikasi atas video juga perlu demi citra polisi: jika dibiarkan begini dan hanya dibantah dengan pernyataan, akan muncul anggapan bahwa polisi tengah berkilah.
baca juga : Tilang Elektronik Mulai Berlaku, Apa yang Perlu Diketahui
“Karena petugas medis itu, kan, melangsungkan tugas kemanusiaan yang sebenarnya itu tidak boleh dihalang-halangi. Dia justru perlu dijamin keselamatannya," ujar Ninik kepada reporter Tirto, Rabu (2/10/2019).
Sebelum kasus ini, dalam demo tanggal 25, polisi juga sempat menyerang mobil ambulans. Mereka bahkan mengintimidasi petugas medis karena menganggap ambulans itu membawa batu dan minyak.
baca juga : Hotman Paris: Honor Host Acara TV Enggak Ada Seupilnya Honor Pengacara, tetapi.
Belakangan polisi mengaku salah. Ambulans itu tidak membawa barang yang dimaksud.
Tidak Ditindaklanjuti
Komisioner Kompolnas Dede Farhan Aulawi menegaskan semestinya polisi memang harus “bekerja sesuai prosedur.”
baca juga : Pidato Puan Maharani Resmi Jadi Ketua DPR: Kami Tidak Antikritik
Kepada reporter Tirto, Rabu (2/10/2019), dia juga menegaskan: “jika ternyata di lapangan ada dugaan penyimpangan, maka tinggal dilaporkan ke pengawas.”
Kompolnas sendiri belum mencoba mencari tahu kebenaran video tersebut. Menurut Dede, mereka akan bergerak jika memang ada laporan. Dan sejauh ini laporan tersebut belum ada.
baca juga : Berat Perankan Ellyas Pical, Alasan Jefri Nichol Pakai Ganja
"Inisiatif individu secara informal, ya, bisa dilakukan," ujarnya.
Sepertinya peristiwa ini memang akan menguap begitu saja. Saat reporter Tirto mencoba mengkonfirmasi ulang ke Brigjen Dedi Prasetyo, dia mengulang apa yang sudah ia nyatakan sebelumnya: “Biasa, propaganda-propaganda medsos.”
JACKPOT | BERITA DUNIA | BERITA INDONESIA | BERITA BLOGSPOT | BERITA POLITIK | BERITA HARI INI | BERITA TERBARU | KABAR HARI INI | BERITA TERKINI | BERITA NASIONAL | BERITA BOLA | BERITA TOGEL | BERITA CASINO | BERITA POKER | BERITA ONLINE | BERITA POPULER | BERITA TERUPDATE | BERITA VIRAL | 03 OKTOBER 2019


Leave a Comment