Polri: Mati Listrik Massal Diduga karena Pohon Sengon, Bukan Teroris
BeritakuDotCom, Istana168 - Mabes Polri lewat Polda Jawa Tengah memastikan penyebab mati listrik massal bukan berasal dari aksi terorisme atau sabotase. Penyidik menduga pohon sengon jadi penyebabnya.
baca juga : Pindah ke MU Jadi Termahal, Maguire Tak Lebih Hebat dari Bek Arsenal.
“Untuk sabotase dan serangan teror untuk sementara tidak ditemukan. Dugaan sementara karena faktor alam dan teknis,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (5/8).
Dedi mengatakan, pohon sengon yang berada di jalur sutet melampaui ketinggian batas sehingga menyentuh kabel. Akibatnya terjadi loncatan arus dan menyebabkan kabel terbakar.
baca juga : PLN Butuh 3 Bulan Investigasi Kasus Listrik Mati Massal.
“Sehingga berakibat flash yang dapat disertai bunyi ledakan,” ujar Dedi.
Sebelumnya, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pada 2012 Polri turut menyelidiki penyebab mati listrik massal di Jabodetabek. Hasilnya, saat itu terdapat unsur kesengajaan atau sabotase.
“Gangguan lain sedang kita dalami juga. Karena kita punya case tahun 2012 sama kejadian seperti ini juga kita blackout ada kejadian yang kita ungkap,” kata Dedi di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (6/8).
baca juga : Sambangi Kantor Polisi, Ria Ricis: Salam Cinta untuk Netizen.
Dedi mengungkapkan, pada 2012 terdapat sabotase yang menyebabkan PLTU Suralaya padam total. Pelakunya merupakan oknum yang dengan sengaja merusak sistem aliran listrik.
Meski begitu, Dedi enggan menjelaskan oknum yang terlibat dalam sabotase pada 2012 tersebut.
baca juga : PLN akan Beri Kompensasi ke Usaha yang Terdampak Mati Listrik Serentak.
Ada kejadian unsur kesengajaan disitu. Ada orang lain. Ada tindak pidana,” ujar Dedi.
Dari catatan kumparan, tercatat rangkaian insiden pada 2012 di PLTU Suralaya seperti kebakaran pada 4 Juli 2012, dan minimnya stok batu bara pada 13 Oktober 2012.
baca juga : Respons Gramedia Soal Aksi Sweeping Buku Diduga Berbau Komunis.
Jabodetabek dan beberapa wilayahnya sempat mengalami mati listrik massal, Minggu (4/8). Listrik tiba-tiba padam sekitar pukul 11.50 WIB secara serentak dan membuat aktivitas masyarakat menjadi terhambat.
Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Amir Rosidin menjelaskan, pemicu insiden ini adalah sistem jaringan listrik 500 kV yang melewati jalur selatan dan utara terhenti. Sehingga, suplai listrik ke arah DKI, Banten, dan Jabar terputus.
baca juga : Blunder Konyol Arsenal yang Buat Barca Juara.
Matinya aliran listrik juga berdampak bagi kegiatan masyarakat. Sebab, akibat insiden ini, sejumlah provider mengalami gangguan dan beberapa gerbang tol serta lampu lalu lintas mati.
Selain itu, moda transportasi KRL, MRT, dan kereta bandara juga terpaksa berhenti beroperasi dan baru kembali normal setelah listrik kembali menyala. Untuk itu, PLN sempat berjanji, aliran listrik akan kembali normal sebelum pukul 00.00 WIB.
baca juga : Pindah ke MU Jadi Termahal, Maguire Tak Lebih Hebat dari Bek Arsenal.
“Untuk sabotase dan serangan teror untuk sementara tidak ditemukan. Dugaan sementara karena faktor alam dan teknis,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (5/8).
Dedi mengatakan, pohon sengon yang berada di jalur sutet melampaui ketinggian batas sehingga menyentuh kabel. Akibatnya terjadi loncatan arus dan menyebabkan kabel terbakar.
baca juga : PLN Butuh 3 Bulan Investigasi Kasus Listrik Mati Massal.
“Sehingga berakibat flash yang dapat disertai bunyi ledakan,” ujar Dedi.
Sebelumnya, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pada 2012 Polri turut menyelidiki penyebab mati listrik massal di Jabodetabek. Hasilnya, saat itu terdapat unsur kesengajaan atau sabotase.
“Gangguan lain sedang kita dalami juga. Karena kita punya case tahun 2012 sama kejadian seperti ini juga kita blackout ada kejadian yang kita ungkap,” kata Dedi di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (6/8).
baca juga : Sambangi Kantor Polisi, Ria Ricis: Salam Cinta untuk Netizen.
Dedi mengungkapkan, pada 2012 terdapat sabotase yang menyebabkan PLTU Suralaya padam total. Pelakunya merupakan oknum yang dengan sengaja merusak sistem aliran listrik.
Meski begitu, Dedi enggan menjelaskan oknum yang terlibat dalam sabotase pada 2012 tersebut.
baca juga : PLN akan Beri Kompensasi ke Usaha yang Terdampak Mati Listrik Serentak.
Ada kejadian unsur kesengajaan disitu. Ada orang lain. Ada tindak pidana,” ujar Dedi.
Dari catatan kumparan, tercatat rangkaian insiden pada 2012 di PLTU Suralaya seperti kebakaran pada 4 Juli 2012, dan minimnya stok batu bara pada 13 Oktober 2012.
baca juga : Respons Gramedia Soal Aksi Sweeping Buku Diduga Berbau Komunis.
Jabodetabek dan beberapa wilayahnya sempat mengalami mati listrik massal, Minggu (4/8). Listrik tiba-tiba padam sekitar pukul 11.50 WIB secara serentak dan membuat aktivitas masyarakat menjadi terhambat.
Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Amir Rosidin menjelaskan, pemicu insiden ini adalah sistem jaringan listrik 500 kV yang melewati jalur selatan dan utara terhenti. Sehingga, suplai listrik ke arah DKI, Banten, dan Jabar terputus.
baca juga : Blunder Konyol Arsenal yang Buat Barca Juara.
Matinya aliran listrik juga berdampak bagi kegiatan masyarakat. Sebab, akibat insiden ini, sejumlah provider mengalami gangguan dan beberapa gerbang tol serta lampu lalu lintas mati.
Selain itu, moda transportasi KRL, MRT, dan kereta bandara juga terpaksa berhenti beroperasi dan baru kembali normal setelah listrik kembali menyala. Untuk itu, PLN sempat berjanji, aliran listrik akan kembali normal sebelum pukul 00.00 WIB.
JACKPOT | BERITA DUNIA | BERITA INDONESIA | BERITA BLOGSPOT | BERITA POLITIK | BERITA HARI INI | BERITA TERBARU | KABAR HARI INI | BERITA TERKINI | BERITA NASIONAL | BERITA BOLA | BERITA TOGEL | BERITA CASINO | BERITA POKER | BERITA ONLINE | BERITA POPULER | BERITA TERUPDATE | BERITA VIRAL | 06 AGUSTUS 2019


Leave a Comment