Viral Iklan Kambing Berhijab di Bandung, Ini Penjelasan Rabbani

BeritakuDotCom, Istana168 - Iklan produsen hijab Rabbani yang dipajang pada baliho bando jalan Gerbang Tol (GT) exit Pasteur viral.

baca juga : Rindu Istri untuk Agung Hercules: Miss U, Ay!.

Iklan tersebut menggambarkan seekor kambing berhijab. Kemudian di pinggirnya terdapat tulisan besar “KORBAN tu ga wajib, yg wajib tu BERHIJAB”.

Di bagian atas tulisan tersebut terdapat redaksi “Selamat Idul Adha 1440 H” dengan ukuran lebih kecil. Kemudian di samping kanannya terdapat logo Rabbani.

baca juga : FPI Sebut 'Jember Fashion Carnaval' Maksiat dan Haram.

Redaksi kalimat iklan tersebut menuai kontroversi dan viral. Sejak dipasang awal Agustus lalu, kritikan di media sosial dilayangkan untuk iklan tersebut.

Dianggap melecehkan
Menanggapi hal tersebut, Direktur Penjualan dan Pemasaran Rabbani Nandang Komara membenarkan konten iklan tersebut dibuat brand busana muslim Rabbani.

baca juga : Bukan Lionel Messi, Ini Pemain yang Jadi Duet Impian Cristiano Ronaldo.

“Tidak ada niat untuk melecehkan siapapun, namun justru ingin mengingatkan masyarakat bawa muslimah wajib berhijab,” ujar Nandang dalam rilisnya, Selasa (6/8/2019).

Nandang mengatakan, yang mengangkat isu hewan beratribut Islam bukan hanya Rabbani. Namun tidak se-viral saat Rabbani menggunakan isu ini.

baca juga : PLN Potong Gaji Karyawan untuk Bayar Kompensasi Listrik Mati 2 Hari.

Tuduhan gambar kambing yang distigmakan melecehkan Islam pun dapat dipersepsikan sebagai pengingat jangan sampai sama seperti hewan kurban yang tidak wajib berhijab.

Terkait redaksional "Korban tu ga wajib"
Mengenai konten redaksi “Korban tu ga wajib”, hal itu berangkat dari pendapat mayoritas ulama yang hukumnya sunah muakad dan tidak wajib.

baca juga : Instruksi Gubernur Akan Batasi Usia Kendaraan, Begini Kata Distributor Filter Udara Ferrox.

Nandang mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan masyarakat. Ia pun meminta maaf jika ada yang tidak nyaman terkait ini.

“Terkait banyaknya masukan dan kritikan kepada Rabbani, kami jadikan evaluasi,” ungkapnya.



View this post on Instagram

Beberapa hari terakhir, baliho bando yang dipasang Rabbani di Gerbang Tol Pasteur viral di media sosial. Rabbani mengakui, konten iklan tersebut dibuat oleh mereka dan sudah diturunkan sejak 4 Agustus 2019. . Baliho bando milik Rabbani di Gerbang Tol Pasteur banyak dibicarakan di media sosial. Iklan di baliho itu memperlihatkan kambing berhijab. . Sejumlah warganet memotret dan mengunggah foto iklan itu ke Twitter sejak awal Agustus. Kalimat yang paling menarik perhatian warganet adalah "KORBAN tu ga wajib, yg wajib tu BERHIJAB". . Tak hanya itu, gambar kepala hewan kurban, kambing, berhijab merah muda sambil menjulurkan lidah juga menuai kritik warganet. Beberapa orang menilai gambar tersebut sebagai bentuk pelecehan. . Direktur Sales and Marketing Rabbani Nandang Komara mengatakan, Rabbani tidak memiliki niat melecehkan siapa pun melalui konten iklan tersebut. Namun, menurut dia, Rabbani justru ingin mengingatkan masyarakat bahwa muslimah harus berhijab. . "Kami menurunkan konten iklan tersebut karena kami menghargai adanya perbedaan opini di tengah masyarakat. Kami akan mengganti dengan konten yang lain," ujarnya dalam konferensi pers di Rabbani Holding, Jalan Citarum, Kota Bandung, Senin 5 Agustus 2019. . Bukan hanya Rabbani . Terkait stigma penggunaan gambar kambing berhijab sebagai pelecehan terhadap Islam, menurut dia, pihak yang mengangkat isu hewan beratribut Islam bukan hanya Rabbani. Ada pihak lain yang juga mengangkat isu sama tapi tidak menjadi viral seperti saat Rabbani menggunakan isu tersebut. . "Gambar ini bisa dipersepsikan sebagai pengingat agar jangan sampai sama seperti dengan hewan kurban yang tidak wajib berhijab," ujarnya. . Sementara itu, terkait konten kalimat "Korban tu ga wajib", Nandang mengatakan, Rabbani condong kepada pendapat mayoritas ulama yang mengatakan bahwa hukum kurban adalah sunnah muakad dan tidak wajib. Namun, Rabbani berjanji akan menjadikan masukan dan kritik masyarakat, khususnya warganet, sebagai bahan evaluasi. . "Manajemen Rabbani mengucapkan terima kasih atas perhatian masyarakat dan meminta maaf apabila ada ketidaknyamanan terkait persoalan ini," ujarnya. . Via: pikiranrakyat.com | #bandungtalk
A post shared by Bandung Talk - Info Bandung (@bandungtalk) on

Untuk Agustus ini, konten promosi Rabbani pun menjadi “Agustus bukan untuk Agus”.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.