FPI Sebut 'Jember Fashion Carnaval' Maksiat dan Haram

BeritakuDotCom, Istana168 - Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur menolak kegiatan Jember Fashion Carnaval di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kegiatan itu dinilai FPI melanggar norma-norma kesusilaan dan agama.

baca juga : Bukan Lionel Messi, Ini Pemain yang Jadi Duet Impian Cristiano Ronaldo.

Seruan ini dikemukakan Ketua FPI Jatim Habib Haidar Alhamid, setelah mendapat masukan dan memantau media sosial yang tengah ramai dengan penampilan seksi artis Cinta Laura dan dandanan sebagian talenta JFC yang dianggap agak vulgar.

JFC adalah karnaval fesyen di atas jalan raya sepanjang 3,6 kilometer dan diikuti 600 orang model yang berasal dari warga biasa. Tahun ini adalah tahun ke-18 penyelenggaraannya. “Kami menolak, kami mengingkari. Setop. Berhenti. Saya ketemu siapapun, saya akan bicara. Jangan salahkan orang ngomong, seperti kalian tidak mau disalahkan dalam berbuat. Tahun depan tidak perlu diselenggarakan,” kata Haidar.

baca juga : PLN Potong Gaji Karyawan untuk Bayar Kompensasi Listrik Mati 2 Hari.

Dengan tegas, Haidar menyebut JFC sebagai bentuk kemungkaran. “Apalagi?” katanya, Senin (5/8/2019).

“Pertama, ada umbar aurat. Ada kemungkinan meninggalkan salat. Kedua, tidak ada manfaat. Apa sekarang manfaat dari kemaksiatan? Dosa. Mendapatkan uang dari acara maksiat? Haram,” kata Haidar.

baca juga : Instruksi Gubernur Akan Batasi Usia Kendaraan, Begini Kata Distributor Filter Udara Ferrox.

Haidar mengkritik kontribusi JFC untuk Jember. “Terus Jember jadi apa setelah ada JFC? Apa lebih makmur? Apa lebih sengsara? Jember tidak lebih baik (setelah ada JFC). Kalau cuma mengekspos, menjual rakyatnya dengan telanjang, apa gunanya sih? Dengan kemaksiatan, sekarang apa yang perlu dibanggakan? Jember dikenal dengan telanjang, dengan maksiat, dengan meninggalkan salat, sehingga dengan acara-acara seperti itu mendatangkan uang? Apa seperti itu yang diharapkan?Jember maju, perputaran uang banyak, dengan maksiat?”

Haidar meminta agar Jember dikagumi penduduk bumi dan langit. “Jangan dikagumi penduduk bumi, tapi dimurkai penduduk langit, terutama dimurkai pencipta langit dan bumi,” katanya.

baca juga : Jalani Tes Doping, Pebasket Putra AS Dinyatakan Hamil.

Terpisah, CEO JFC Suyanto mengatakan, tidak bisa memuaskan semua orang. “Kalau mau memuaskan semua, ya akhirnya tidak berjalan JFC ini. Kalau ada kuisioner, mungkin yang suka seratus banding satu. Kalau ada satu yang protes, lalu yang seratus tidak perlu lihat. Ditimbang beginilah: antara mudarat dengan manfaatnya,” katanya.

Suyanto mengingatkan, banyak tamu yang datang ke Jember dan membawa pemasukan untuk masyarakat. “Kita berpikir tidak hanya dari satu sisi. Kalau tidak suka kethokngono (kelihatan penampilan seperti itu, red), ya merem (memejamkan mata),” katanya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.