Bukan Rp550 Juta, Seniman Getah Getih: Produksi Tak Sampai Rp 300 Juta
BeritakuDotCom, Istana168 - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah meyampaikan harga instalasi bambu Getah Getih di Bundaran Hi, yang kini sudah dibongkar seharga Rp550 juta. Tetapi kreator getih getah, Joko Avianto, mengatakan biaya produksi untuk karya seninya itu tidak mencapai Rp300 juta.
baca juga : Menyamar Jadi Emak-Emak Berhijab dan Berdaster, Polisi Tangkap Begal Sadis di Medan.
Joko menerangkan, kisaran jumlah yang ia ketahui hanya sekadar biaya produksinya. Ia tidak tahu rincian pengeluaran seluruhnya mencapai Rp550 juta sesuai yang disebutkan Anies.
"Saya lupa, yang jelas enggak sampai Rp300 juta itu, enggak sampai segitu. Ya enggak sampai," ujar Joko saat dihubungi, Kamis (19/7/2019).
baca juga : Polisi Minta Warga Tak Terprovokasi Video Mesuji Berdarah.
Meski demikian, Joko mengakui masih ada biaya lainnya selain biaya produksi selama pembuatan hingga pembongkaran patung yang berumur 11 bulan itu. Diantaranya seperti pemasangan tanaman, perawatan patung, hingga biaya pekerja.
"Semalam misalnya bongkar ada crane, ada mobil angkut itu masa enggak dihitung sih? Ada juga biaya pasang, juga perawatan," kata Joko.
baca juga : Tak Semua Polisi Berhak Memberikan Tilang.
Menurut Joko, seluruh biaya yang digunakan untuk pembuatan instalasi getah getih tidak berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Dananya diambil secara konsorsium dari Coorporate Social Responsibility (CSR) perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Tiap perusahaan tidak selalu menyumbang uang. Menurut Joko banyak juga perusahaan yang menyumbang berupa material atau barang.
baca juga : Penghangat Bangku Cadangan, Bale Ngotot Berada di Madrid karena Uang.
"Prakteknya itu enggak berupa uang semua," jelas Joko.
Namun Joko tidak mengetahui apakah seluruh material, dana sumbangan, perawatan hingga pembongkaran nilainya mencapai Rp550 juta sesuai dengan yang disampaikan Anies saat pembukaan. Jika memang ada selisih, ia tidak mengetahui kemana sisa atau lebih dari anggaran tersebut.
baca juga : Dikira Bonceng Pocong, Sekuriti Sampai Lari Ketakutan.
"Ya kalau dibilang lebih juga bukan berupa uang. Dimakan sama siapa juga saya enggak tahu," tuturnya.
Kemudian Joko menilai ungkapan Anies yang mengatakan Rp550 juta sebagai sindiran bagi para BUMD yang belum memenuhi konsorsium. Rp550 juta tersebut dianggapnya sebagai nilai yang ditargetkan oleh Anies.
baca juga : Pemerkosa Remaja Depresi di Depok Mengaku Akan Nikahi Korban.
"Rp550 juta itu ketika pak Anies menyebutkan di pas pembukaan kan. Itu kayak semacam komando sih maksudnya, ini ditagihkan ke BUMD deh gitu," pungkasnya.
baca juga : Menyamar Jadi Emak-Emak Berhijab dan Berdaster, Polisi Tangkap Begal Sadis di Medan.
Joko menerangkan, kisaran jumlah yang ia ketahui hanya sekadar biaya produksinya. Ia tidak tahu rincian pengeluaran seluruhnya mencapai Rp550 juta sesuai yang disebutkan Anies.
"Saya lupa, yang jelas enggak sampai Rp300 juta itu, enggak sampai segitu. Ya enggak sampai," ujar Joko saat dihubungi, Kamis (19/7/2019).
baca juga : Polisi Minta Warga Tak Terprovokasi Video Mesuji Berdarah.
Meski demikian, Joko mengakui masih ada biaya lainnya selain biaya produksi selama pembuatan hingga pembongkaran patung yang berumur 11 bulan itu. Diantaranya seperti pemasangan tanaman, perawatan patung, hingga biaya pekerja.
"Semalam misalnya bongkar ada crane, ada mobil angkut itu masa enggak dihitung sih? Ada juga biaya pasang, juga perawatan," kata Joko.
baca juga : Tak Semua Polisi Berhak Memberikan Tilang.
Menurut Joko, seluruh biaya yang digunakan untuk pembuatan instalasi getah getih tidak berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Dananya diambil secara konsorsium dari Coorporate Social Responsibility (CSR) perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Tiap perusahaan tidak selalu menyumbang uang. Menurut Joko banyak juga perusahaan yang menyumbang berupa material atau barang.
baca juga : Penghangat Bangku Cadangan, Bale Ngotot Berada di Madrid karena Uang.
Namun Joko tidak mengetahui apakah seluruh material, dana sumbangan, perawatan hingga pembongkaran nilainya mencapai Rp550 juta sesuai dengan yang disampaikan Anies saat pembukaan. Jika memang ada selisih, ia tidak mengetahui kemana sisa atau lebih dari anggaran tersebut.
baca juga : Dikira Bonceng Pocong, Sekuriti Sampai Lari Ketakutan.
Kemudian Joko menilai ungkapan Anies yang mengatakan Rp550 juta sebagai sindiran bagi para BUMD yang belum memenuhi konsorsium. Rp550 juta tersebut dianggapnya sebagai nilai yang ditargetkan oleh Anies.
baca juga : Pemerkosa Remaja Depresi di Depok Mengaku Akan Nikahi Korban.
JACKPOT | BERITA DUNIA | BERITA INDONESIA | BERITA BLOGSPOT | BERITA POLITIK | BERITA HARI INI | BERITA TERBARU | KABAR HARI INI | BERITA TERKINI | BERITA NASIONAL | BERITA BOLA | BERITA TOGEL | BERITA CASINO | BERITA POKER | BERITA ONLINE | BERITA POPULER | BERITA TERUPDATE | BERITA VIRAL | 20 JULI 2019


Leave a Comment