Ditangkap, Pengemudi Fortuner yang Mengamuk ini Akhirnya Minta Maaf

BeritakuDotCom, Istana168 - Pengemudi Fortuner yang arogan dan marah-marah di Tol Pancoran akhirnya minta maaf. Hal tersebut terjadi setelah pengemudi itu ditangkap, gara-gara mengamuk hingga siram air dan injak kap mobil pengendara lain.

Sosok bernama Oloan Nadaek (35) itu minta maaf sebanyak 3 kali ke korban, yakni Ridho Laksamana dan Siti Maninda Pulungan di Polda Metro Jaya pada Selasa (16/4/2019).

baca juga : Lucunya Gempi Saat Mengucapkan Nama Capres

“Dia (Oloan) mengakui enggak ada alasan yang membenarkan dia berbuat seperti itu. Dia khilaf, dia tau dia salah, dia tau kalau hal ini tidak sepantasnya dia lakukan, dia tau dia merugikan banyak pihak,” ujar Siti Maninda kepada Kompas.com, Selasa malam usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

“Kebetulan kita sama-sama orang Batak. Jadi, kalau orang Batak menundukkan kepalanya sudah sampai ke bawah sekali dan menaikkan sepuluh jarinya ke atas itu artinya dia sudah sangat memohon."

baca juga : Smalling Membangunkan Lionel Messi 'Si Monster'

"Sekitar tiga kali pas papasan dia minta maaf dan dia meminta izin penyidik untuk bersalaman dengan saya dan suami, dia minta tolong dimaklumi kesalahannya,” lanjut Maninda mengisahkan.

Maninda dan suami juga mengaku telah memaafkan Oloan yang kini menjadi tersangka dan dijerat Pasal 335 KUHP, tentang pengancaman dengan hukuman maksimal 1 tahun penjara.

Mereka bertiga mengklaim sudah bersalaman, bahkan berpelukan selama pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya sejak Selasa siang.

baca juga : Kesempatan Bertelepon dengan Jokowi, Gempi: We Love You

Awal-mula perkara
Perkara bermula dari sebuah video yang viral di jagat maya.

Dalam video tersebut, tampak seorang pria pengendara Toyota Fortuner yang kemudian diketahui sebagai Oloan Nadaek tampak marah-marah di tengah kemacetan tol Pancoran.

Oloan menggedor kaca, menendang mobil, bahkan berdiri di atas kap mobil Honda Brio milik Siti Maninda dan suaminya.

baca juga : Kesal Tak Diperbaiki, Warga Lepas Buaya di Jalan Berlubang

Tindakan gelap mata Oloan berpangkal dari kekesalannya lantaran tidak diberikan kesempatan untuk menyalip mobil Maninda ketika keduanya tengah berkutat dengan kemacetan.

Padahal, Oloan menyusul dari bahu jalan yang dilarang.

Ridho Laksamana, suami Maninda, yang mengemudikan mobil di jalur 1, tidak memberikan celah masuk bagi mobil Oloan.

Oloan sempat diperiksa oleh polisi yang kebetulan tengah berada di sekitar lokasi, lalu dibiarkan melaju kembali.

baca juga : Hasil Liga Champions, Barcelona ke Semifinal, Juventus Gugur

Masih geram karena merasa dihalangi, Oloan menyusul mobil Maninda dan turun dari mobilnya, sebelum melancarkan aksi vandalnya.

Maninda coba menenangkan suaminya dan mendokumentasikan tindakan tersebut serta mengunggahnya ke akun Instagram pribadinya.

Permintaan maaf tertulis pelaku
Pada hari Selasa, Kompas.com belum sempat menemui Oloan lantaran yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan.

baca juga : Daftar Caleg yang Ketahuan Lakukan Serangan Fajar Jelang Pemilu 2019, Mulai Lampung hingga Jakarta


Namun, Kompas.com berhasil mendapatkan selembar surat yang berisi permintaan maaf tertulis pelaku kepada Maninda dan Ridho sebagai korban.

“Sehubungan dengan adanya kejadian di jalan tol Pancoran, tanggal 15 April 2019 tepat pukul 09.15 WIB, dengan ini menyadari bahwa kejadian terebut merupakan kekhilafan saya, dikarenakan saya mengalami beberapa permasalahan yang membuat saya beberapa hari ni menjadi stres, baik karena pekerjaan maupun masalah rumah tangga…” tulis paragraf pertama surat tersebut.

“Atas kejadian tersebut saya sama sekali tidak bermaksud menyakiti ataupun melukai Bapak Ridho Laksamana dan istri. Hal tersebut benar-benar di luar akal sehat dan nalar saya pribadi,” kata Oloan Nadeak dalam surat itu.

baca juga : Remaja 16 Tahun Jual Uranium Secara Online


“Untuk itu, sudilah kiranya Bapak Ridho Laksamana dan istri memaafkan saya,” lanjutnya. Menanggapi surat ini, Maninda mengaku telah bersepakat dengan Ridho, suaminya, untuk tidak melanjutkan perkara.

“Saya dan suami saya sepakat enggak mau memperkarakan lebih lanjut. Kami memilih untuk berdamai, tapi kasus ini sudah jadi ranah polisi,” tandasnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.