Ini jawaban petinggi Boeing setelah pertemuan dengan Garuda
BeritakuDotCom, Istana168 - Sejumlah petinggi The Boeing Company masih belum mau berkomentar setelah melakukan pertemuan dengan pihak manajemen Garuda Indonesia, terkait dengan negosiasi pembatalan pesawat Boeing 737 Max 8.
"No comment," kata Sales Director International Sales The Boeing Company, Samir Belyamani, kepada beberapa wartawan yang menunggu di lobi kantor Garuda di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Kamis pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Namun, ujar dia, bila pihak wartawan memiliki pertanyaan lebih lanjut dapat diajukan melalui surat elektronik atau email.
baca juga : Cristiano Ronaldo Konfirmasi Pergi ke Barcelona
Pertanyaan tersebut, lanjutnya, akan dibalas oleh pihak perwakilan regional Boeing yang di kawasan Asia Tenggara ini berbasis di Singapura.
Petinggi Boeing tersebut telah mendatangi kantor Garuda yang terletak di area perkantoran Bandara Soekarno-Hatta dari sekitar pukul 09.00 WIB.
Sebelumnya diwartakan, pihak Maskapai Garuda Indonesia akan bertemu dengan petinggi perusahaan manufaktur pesawat asal Amerika Serikat Boeing pada pekan depan terkait pengajuan pembatalan pengiriman 49 unit pesawat Boeing 737 Max 8.
baca juga : Perawat yang Tewas di Rumah Sakit Bekasi Diduga Overdosis
“Mereka (petinggi Boeing) akan datang ke Indonesia,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara kepada Antara di Jakarta, Jumat (22/3).
Ari mengatakan, pihaknya telah mengajukan pembatalan tersebut, dan kemungkinan juga mengusulkan penggantian dengan jenis pesawat lainnya.
“Kemungkinan (penukaran) itu ada, tapi saat ini belum mengajukan opsi ke Boeing, baru ‘cancel’ saja,” katanya.
baca juga : Redaksi Kecam Aksi Kekerasan Hercules Terhadap Jurnalis VIVA
Dari total 50 unit pesawat Boeing 737 Max 8 yang dipesan Garuda, satu di antaranya sudah dioperasikan untuk penerbangan domestik.
Namun, dia mengaku masih belum dibahas terkait satu unit Boeing 737 Max 8 yang sudah beroperasi tersebut. “Belum dibahas,” kata Ari.
Terkait biaya yang sudah dikeluarkan untuk pembelian pesawat tersebut, Ari mengatakan semua dibeli menggunakan skema pembiayaan (leasing). “Kami enggak ada ‘capital expenditure’ tapi ‘operational expenditure’” katanya.
baca juga : Asisten Ivan Gunawan yang Terjerat Narkoba Meningal Dunia
Ari mengatakan pembatalan tersebut karena hilangnya kepercayaan publik terhadap pesawat Boeing 737 Max 8 setelah mengalami dua kali kecelakaan, yakni Lion Air JT 610 dan Ethiophian Airlines ET 302.
Terlebih, sejumlah otoritas penerbangan Uni Eropa dan Amerika Serikat Federal Aviation Administration sudah melarang sementara pengoperasian jenis pesawat tersebut.
"No comment," kata Sales Director International Sales The Boeing Company, Samir Belyamani, kepada beberapa wartawan yang menunggu di lobi kantor Garuda di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Kamis pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Namun, ujar dia, bila pihak wartawan memiliki pertanyaan lebih lanjut dapat diajukan melalui surat elektronik atau email.
baca juga : Cristiano Ronaldo Konfirmasi Pergi ke Barcelona
Petinggi Boeing tersebut telah mendatangi kantor Garuda yang terletak di area perkantoran Bandara Soekarno-Hatta dari sekitar pukul 09.00 WIB.
Sebelumnya diwartakan, pihak Maskapai Garuda Indonesia akan bertemu dengan petinggi perusahaan manufaktur pesawat asal Amerika Serikat Boeing pada pekan depan terkait pengajuan pembatalan pengiriman 49 unit pesawat Boeing 737 Max 8.
baca juga : Perawat yang Tewas di Rumah Sakit Bekasi Diduga Overdosis
Ari mengatakan, pihaknya telah mengajukan pembatalan tersebut, dan kemungkinan juga mengusulkan penggantian dengan jenis pesawat lainnya.
“Kemungkinan (penukaran) itu ada, tapi saat ini belum mengajukan opsi ke Boeing, baru ‘cancel’ saja,” katanya.
baca juga : Redaksi Kecam Aksi Kekerasan Hercules Terhadap Jurnalis VIVA
Namun, dia mengaku masih belum dibahas terkait satu unit Boeing 737 Max 8 yang sudah beroperasi tersebut. “Belum dibahas,” kata Ari.
Terkait biaya yang sudah dikeluarkan untuk pembelian pesawat tersebut, Ari mengatakan semua dibeli menggunakan skema pembiayaan (leasing). “Kami enggak ada ‘capital expenditure’ tapi ‘operational expenditure’” katanya.
baca juga : Asisten Ivan Gunawan yang Terjerat Narkoba Meningal Dunia
Ari mengatakan pembatalan tersebut karena hilangnya kepercayaan publik terhadap pesawat Boeing 737 Max 8 setelah mengalami dua kali kecelakaan, yakni Lion Air JT 610 dan Ethiophian Airlines ET 302.
Terlebih, sejumlah otoritas penerbangan Uni Eropa dan Amerika Serikat Federal Aviation Administration sudah melarang sementara pengoperasian jenis pesawat tersebut.
JACKPOT | BERITA DUNIA | BERITA INDONESIA | BERITA BLOGSPOT | BERITA POLITIK | BERITA HARI INI | BERITA TERBARU | KABAR HARI INI | BERITA TERKINI | BERITA NASIONAL | BERITA BOLA | BERITA TOGEL | BERITA CASINO | BERITA POKER | BERITA ONLINE | BERITA POPULER | BERITA TERUPDATE | BERITA VIRAL | 28 MARET 2019


Leave a Comment