Alasan Kenapa Anak Kost Itu Sangat Berisiko Mudah Bertambah Gemuk
BeritakuDotCom, Jakarta - Gemuk di sini diartikan obesitas ya, bukan semok alias seksi montok. Sebenarnya bukan anak kost saja yang mudah gemuk. Siapapun kamu kalau pola makannya tidak teratur, berlebihan atau malas-malasan bisa saja dengan mudahnya menjadi gemuk.
Namun ada hal-hal yang meyebabkan anak kost khususnya yang berprofesi sebagai mahasiswa, jadi lebih mudah gemuk terutama jika dibandingkan dengan mereka yang tinggal di rumah. Apa saja sih? Yuk, simak di daftar berikut ini!
baca juga : Himbau Warga Pakai masker, Abu Vulkanik Anak Krakatau Hujani Cilegon & Serang
1. Kurang bergerak, karena semua yang dibutuhkan sudah tersedia di dalam kamar
Mau makan? tinggal ambil piring, buka rice cooker, ambil lauk. Mau minum? tinggal tuang atau buka keran air galon, selesai. Mau ke kamar mandi? cukup beberapa langkah saja.
Begitu juga dengan kerjaan rumah tangga lainnya. Misalnya mencuci baju cukup 3 hari sekali atau bahkan pakai jasa laundry saja. Kerjaan lainnya seperti menyapu dan nge-pel lantai yang notabene bisa bakar kalori, tidak dilakukan lagi atau hanya seminggu sekali sesuai dengan daftar piket kost.
baca juga : Pihak Kepolisian soal Penghentian Konser Sheila on 7
2. Kasur yang begitu menggoda, bawaannya pengen tidur aja apalagi kalau lagi kekenyangan.

Kalau di rumah, habis makan langsung ke dapur terus cuci piring, bersihkan meja dan menyapu remah-remah yang tumpah di lantai. Coba deh tidur-tiduran, bakal kena amuk ibunda tercinta.
Kalau di kost, habis makan, kenyang terus santai-santai di kasur lanjut ketiduran deh. Urusan cuci piring, nanti dulu. Istilahnya tunggu piringnya banyak dulu baru dicuci, biar hemat sabun.
Gak ada yang marahin, gak ada yang mengawasi. Jadi wajar deh, nge-kost baru berapa bulan, tapi jarum timbangan sudah loncat jauh ke kanan.

Mulai dari gorengan, aneka macam es, dan lain-lain. Sebenarnya tidak masalah mau makan jajanan yang berlemak tinggi atau super manis, selama tidak berlebihan. Cukup satu atau dua, bukan 5 apalagi 10 sekali makan.
Segala hal yang berlebihan, pasti tidak pernah jadi sesuatu yang baik. Apalagi malah menggantikan nasi dengan jajanan yang bahkan belum tentu bersih dan sehat.
4. Bikin tugas sambil ngemil itu katanya memang paling nikmat

Saat lagi bikin tugas, bukan cuma otak sama tangan aja yang sibuk. Mulut juga ikutan sibuk ngunyah-ngunyah makanan buat menambah tenaga. Cuma seringnya keterusan hingga menghabiskan stock cemilan buat seminggu.
baca juga : Prediksi Buku Anak Krakatau Bisa Picu Tsunami Selat Sunda
Apalagi kalau bikin tugasnya sampai bergadang. Cemilan jadi item yang wajib ada untuk mencegah kantuk. Walaupun gak sehat, tapi inilah adanya kehidupan anak kost.
5. Kurang makan sayur dan buah

nilah salah satu penyebab kegemukan pada manusia. Tubuh dipaksa terus-terusan mengolah makanan yang kadang termasuk junk food, tapi tidak diiringi asupan serat dan nutrisi dari sayur-sayuran dan buah-buahan.
Bukan cuma anak kost sih, zaman sekarang masih ada anak-anak hingga dewasa yang memang gak suka makan sayur dan buah. Alasannya bermacam-macam, mulai dari rasanya yang aneh, tidak enak, asam, malas memasaknya atau bahkan gak suka bentuknya.
baca juga : Suara Misterius Cianjur hingga Sumatra Selatan
Perlu kita ingat dan pahami, bahwa makan itu tidak hanya mencari kenikmatan tapi juga harus memenuhi kebutuhan tubuh agar tidak menimbulkan kegemukan bahkan penyakit lainnya.
6. Mengidap penyakit tertentu yang dampaknya adalah kegemukan

Ada banyak penyakit yang bisa menyebabkan kegemukan, seperti depresi, gangguan keseimbangan hormon hingga produksi hormon yang berlebihan seperti kortisol dan prolaktin.
Ada juga penyakit hipotiroidisme, yang salah satu indikator penyakit tersebut adalah badan menjadi gemuk tanpa sebab. Terkadang walaupun sudah rajin berolahraga bahkan mengurangi porsi makan, tetap saja penderitanya sulit mengurangi berat badan. Penggemar drama korea Oh My Venus (2015) pasti tahu tentang penyakit ini.
baca juga : Ini Dia Mobil Online Untuk Libur Akhir Tahun
Tentu saja kita tidak boleh menghina mereka yang tengah mengidap obesitas (fat shamming). Sepatutnya kita memberi semangat agar mereka kembali sehat. Ingatlah bahwa mens sana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat tersimpan jiwa yang kuat.



Leave a Comment