Wali Kota Solo Sebut KPAI Salah Besar Soal Audisi Djarum
BeritakuDotCom, Istana168 - WALI Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo sangat menyayangkan sikap Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mengeluarkan teguran kepada PB Djarum terkait kegiatan audisi umum beasiswa bulu tangkis PB Djarum yang dianggap mengeksplotasi anak.
baca juga : Menetap di Filipina, Maria Ozawa Fokus Jadi Pengusaha dan Main Film.
"Ini sungguh salah besar. Prestasi olahraga bangsa ini tanpa campur tangan Djarum, jelas tidak akan berprestasi. Saya pernah ingatkan mereka saat membahas KLA (Kota Layak Anak), cara menggugat mereka itu salah," tegas Rudy kepada Media Indonesia, di Stadion Manahan, Senin (9/9).
Dia tegaskan, kegiatan audisi yang diselenggarakan PB Djarum bukanlah upaya mengeksploitasi anak dan justru untuk kepentingan mendapatkan bibit unggul dalam upaya mencetak atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama bangsa.
baca juga : Berziarah ke Makam ART Korban Anjingnya, Bima Aryo Tertunduk.
"Sekali lagi, yang dilakukan PB Djarum itu audisi. Kalau ngajari anak nglinting rokok, itu baru eksploitasi. Jadi janganglah terjebak pada sikap ego semata, namun ujung-ujungnya mematikan prestasi anak bangsa," imbuh dia.
Ia paparkan, kalau peduli terhadap anak, mestinya KPAI dan juga Yayasan Lentera Anak/Yayasan Kakak jangan hanya semata mengurus tentang kekerasan seksual anak, kasus trafficking anak, KDRT, namun mengurus anak sampai usia lulus SMA/SMK hingga mendapatkan pekerjaan.
baca juga : Mengandung Amel, Bocah 2 Tahun yang Memiliki 4 Warna Bola Mata.
"Seperti di Kota Solo, setelah anak lulus SMA/SMK sudah mendapatkan pekerjaan belum? Kalau belum ya carikan lowongan pekerjaan hingga anak bisa mendapatkan pekerjaan. Itu baru yang namanya peduli. Kalau hanya urus kekerasan seksual anak, perdagangan anak, kapan selesainya republik ini," tegas Rudy lagi.
Lebih dari itu, lanjut wali kota berkumis tersebut, jika KPAI menganggap bahwa audisi Djarum sebagai upaya mengeksplotasi anak, tentunya iklah-iklan lain yang melibatkan anak, harusnya juga disikapi.
baca juga : 58 Penumpang Ketakutan, Mesin AirAsia Meledak Jadi Bola Api.
Jika hanya audisi Djarum yang dipermasalahkan, sangat terkesan ada tendensius.
Dia berharap, PB Djarum yang berencana menghentikan kegiatan audisi Djarum pada 2020 bisa membatalkan keputusan itu.
baca juga : Langgar Kode FIFA Saat Vs Malaysia, Ini Ancaman Sanksi yang Bayangi Indonesia.
"Sebab hanya menggantungkan kekuatan pemerintah jelas tidak mampu. Dulu ada SDSB, juga dilarang, padahal untuk mencetak olahraga berprestasi butuh dana sangat besar, dan pemerintah tidak mampu sendirian," tandas dia sekali lagi.
baca juga : Menetap di Filipina, Maria Ozawa Fokus Jadi Pengusaha dan Main Film.
"Ini sungguh salah besar. Prestasi olahraga bangsa ini tanpa campur tangan Djarum, jelas tidak akan berprestasi. Saya pernah ingatkan mereka saat membahas KLA (Kota Layak Anak), cara menggugat mereka itu salah," tegas Rudy kepada Media Indonesia, di Stadion Manahan, Senin (9/9).
Dia tegaskan, kegiatan audisi yang diselenggarakan PB Djarum bukanlah upaya mengeksploitasi anak dan justru untuk kepentingan mendapatkan bibit unggul dalam upaya mencetak atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama bangsa.
baca juga : Berziarah ke Makam ART Korban Anjingnya, Bima Aryo Tertunduk.
"Sekali lagi, yang dilakukan PB Djarum itu audisi. Kalau ngajari anak nglinting rokok, itu baru eksploitasi. Jadi janganglah terjebak pada sikap ego semata, namun ujung-ujungnya mematikan prestasi anak bangsa," imbuh dia.
Ia paparkan, kalau peduli terhadap anak, mestinya KPAI dan juga Yayasan Lentera Anak/Yayasan Kakak jangan hanya semata mengurus tentang kekerasan seksual anak, kasus trafficking anak, KDRT, namun mengurus anak sampai usia lulus SMA/SMK hingga mendapatkan pekerjaan.
baca juga : Mengandung Amel, Bocah 2 Tahun yang Memiliki 4 Warna Bola Mata.
"Seperti di Kota Solo, setelah anak lulus SMA/SMK sudah mendapatkan pekerjaan belum? Kalau belum ya carikan lowongan pekerjaan hingga anak bisa mendapatkan pekerjaan. Itu baru yang namanya peduli. Kalau hanya urus kekerasan seksual anak, perdagangan anak, kapan selesainya republik ini," tegas Rudy lagi.
Lebih dari itu, lanjut wali kota berkumis tersebut, jika KPAI menganggap bahwa audisi Djarum sebagai upaya mengeksplotasi anak, tentunya iklah-iklan lain yang melibatkan anak, harusnya juga disikapi.
baca juga : 58 Penumpang Ketakutan, Mesin AirAsia Meledak Jadi Bola Api.
Jika hanya audisi Djarum yang dipermasalahkan, sangat terkesan ada tendensius.
Dia berharap, PB Djarum yang berencana menghentikan kegiatan audisi Djarum pada 2020 bisa membatalkan keputusan itu.
baca juga : Langgar Kode FIFA Saat Vs Malaysia, Ini Ancaman Sanksi yang Bayangi Indonesia.
"Sebab hanya menggantungkan kekuatan pemerintah jelas tidak mampu. Dulu ada SDSB, juga dilarang, padahal untuk mencetak olahraga berprestasi butuh dana sangat besar, dan pemerintah tidak mampu sendirian," tandas dia sekali lagi.
JACKPOT | BERITA DUNIA | BERITA INDONESIA | BERITA BLOGSPOT | BERITA POLITIK | BERITA HARI INI | BERITA TERBARU | KABAR HARI INI | BERITA TERKINI | BERITA NASIONAL | BERITA BOLA | BERITA TOGEL | BERITA CASINO | BERITA POKER | BERITA ONLINE | BERITA POPULER | BERITA TERUPDATE | BERITA VIRAL | 10 SEPTEMBER 2019


Leave a Comment