Ramai Maskapai Luar Negeri Larang MacBook Masuk Bagasi, Apa Alasannya?
BeritakuDotCom, Istana168 - Maskapai penerbangan Qantas dan Virgin Australia melarang penumpang untuk membawa laptop merek Apple MacBook masuk ke dalam bagasi pesawat.
baca juga : Gisella Anastasia Ungkapkan Rasa Bersalah Pada Gempi.
Aturan tersebut dibuat setelah adanya kekhawatiran global terhadap unit-unit elektronik buatan Apple yang disinyalir dapat memancing kebakaran.
Sebelumnya diberitakan Apple telah menarik beberapa produknya.
baca juga : Pindah Ibu Kota, ASN Akan Diberi Rumah dan Fasilitas.
Pada hari Selasa lalu, Virgin mengumumkan mereka juga akan menjadi maskapai penerbangan yang mengeluarkan larangan membawa alat komputer tersebut.
Dalam sebuah pernyataan kepada news.com.au, seorang juru bicara mengatakan larangan tersebut berlaku untuk semua perangkat MacBook.
baca juga : Sakit Komplikasi, Ibu yang Viral Kepala Ditendang Anaknya Meninggal Dunia.
"Keamanan tamu dan kru kami selalu menjadi prioritas utama. Karena penarikan Apple MacBook di seluruh dunia, kami meminta semua tamu membawa Apple MacBooks ke kabin sebagai barang bawaan dan bentuk tindakan pencegahan," tulis laman Virgin Australia.
Tidak diketahui berapa lama larangan perjalanan membawa alat komputer jinjing merek premiun tersebut akan diberlakukan.
baca juga : Griezmann Mulai Mainkan Peran Penting di Barcelona.
Setelah pengumuman tersebut, Qantas dan Jetstar juga memberikan statement yang sama. Mereka akan melarang semua elektronik Apple MacBook Pro disimpan dalam bagasi.
"Semua Apple MacBook Pro harus dibawa dalam kabin dan dimatikan untuk penerbangan setelah pemberitahuan penarikan yang dikeluarkan oleh Apple," bunyi pernyataan itu.
baca juga : Curhatan Clara Duo Semangka, Susah Pilih Bra hingga Terobsesi Artis Bokep Korea!.
Menurut Apple, jenis MacBook yang ditarik adalah MacBook Pro yang diproduksi antara September 2015 hingga Februari 2017.
Penarikan kembali dilakukan karena baterai lithium-ion pada laptop tersebut cenderung mengalami panas berlebih hingga membuat perangkat dapat terbakar.
baca juga : Mohon maaf, Fahri Hamzah kritik pedas Jokowi soal ibu kota baru.
Pekan lalu, Administrasi Penerbangan Federal Australia menyarankan maskapai penerbangan untuk melarang unit MacBook yang ditarik saja. Tetapi beberapa maskapai melangkah lebih jauh dengan melarang semua jenis MacBook.
Thai Airways bahkan melarang semua mesin MacBook Pro 15 inci yang dirilis antara September 2015 hingga Februari 2017 dari pesawat mereka sepenuhnya, termasuk bagasi check-in dan barang bawaan.
baca juga : Bukan Pogba dan Rashford, Ini Sosok yang Layak Jadi Eksekutor Penalti Man United.
Badan pengawas Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India juga melarang beberapa jenis laptop MacBook Pro 15 inci yang dijual oleh Apple antara September 2015 hingga Februari 2017 dari penerbangan.
Laptop MacBook Pro yang dilarang di India tidak akan diizinkan dibawa baik di kabin maupun bagasi, kecuali jika baterai telah diganti atau dianggap aman oleh pihak Apple.
baca juga : Gisella Anastasia Ungkapkan Rasa Bersalah Pada Gempi.
Aturan tersebut dibuat setelah adanya kekhawatiran global terhadap unit-unit elektronik buatan Apple yang disinyalir dapat memancing kebakaran.
Sebelumnya diberitakan Apple telah menarik beberapa produknya.
baca juga : Pindah Ibu Kota, ASN Akan Diberi Rumah dan Fasilitas.
Pada hari Selasa lalu, Virgin mengumumkan mereka juga akan menjadi maskapai penerbangan yang mengeluarkan larangan membawa alat komputer tersebut.
Dalam sebuah pernyataan kepada news.com.au, seorang juru bicara mengatakan larangan tersebut berlaku untuk semua perangkat MacBook.
baca juga : Sakit Komplikasi, Ibu yang Viral Kepala Ditendang Anaknya Meninggal Dunia.
"Keamanan tamu dan kru kami selalu menjadi prioritas utama. Karena penarikan Apple MacBook di seluruh dunia, kami meminta semua tamu membawa Apple MacBooks ke kabin sebagai barang bawaan dan bentuk tindakan pencegahan," tulis laman Virgin Australia.
Tidak diketahui berapa lama larangan perjalanan membawa alat komputer jinjing merek premiun tersebut akan diberlakukan.
baca juga : Griezmann Mulai Mainkan Peran Penting di Barcelona.
Setelah pengumuman tersebut, Qantas dan Jetstar juga memberikan statement yang sama. Mereka akan melarang semua elektronik Apple MacBook Pro disimpan dalam bagasi.
"Semua Apple MacBook Pro harus dibawa dalam kabin dan dimatikan untuk penerbangan setelah pemberitahuan penarikan yang dikeluarkan oleh Apple," bunyi pernyataan itu.
baca juga : Curhatan Clara Duo Semangka, Susah Pilih Bra hingga Terobsesi Artis Bokep Korea!.
Menurut Apple, jenis MacBook yang ditarik adalah MacBook Pro yang diproduksi antara September 2015 hingga Februari 2017.
Penarikan kembali dilakukan karena baterai lithium-ion pada laptop tersebut cenderung mengalami panas berlebih hingga membuat perangkat dapat terbakar.
baca juga : Mohon maaf, Fahri Hamzah kritik pedas Jokowi soal ibu kota baru.
Pekan lalu, Administrasi Penerbangan Federal Australia menyarankan maskapai penerbangan untuk melarang unit MacBook yang ditarik saja. Tetapi beberapa maskapai melangkah lebih jauh dengan melarang semua jenis MacBook.
Thai Airways bahkan melarang semua mesin MacBook Pro 15 inci yang dirilis antara September 2015 hingga Februari 2017 dari pesawat mereka sepenuhnya, termasuk bagasi check-in dan barang bawaan.
baca juga : Bukan Pogba dan Rashford, Ini Sosok yang Layak Jadi Eksekutor Penalti Man United.
Badan pengawas Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India juga melarang beberapa jenis laptop MacBook Pro 15 inci yang dijual oleh Apple antara September 2015 hingga Februari 2017 dari penerbangan.
Laptop MacBook Pro yang dilarang di India tidak akan diizinkan dibawa baik di kabin maupun bagasi, kecuali jika baterai telah diganti atau dianggap aman oleh pihak Apple.
JACKPOT | BERITA DUNIA | BERITA INDONESIA | BERITA BLOGSPOT | BERITA POLITIK | BERITA HARI INI | BERITA TERBARU | KABAR HARI INI | BERITA TERKINI | BERITA NASIONAL | BERITA BOLA | BERITA TOGEL | BERITA CASINO | BERITA POKER | BERITA ONLINE | BERITA POPULER | BERITA TERUPDATE | BERITA VIRAL | 28 AGUSTUS 2019


Leave a Comment