Jika Diminta TNI, Kominfo Siap Telusuri Jejak Digital Enzo
BeritakuDotCom, Istana168 - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) belum berencana untuk menelusuri jejak digital dari taruna akademi militer (Akmil) Enzo Zenz Allie, yang diduga memiliki ideologi antiPancasila. Kemenkominfo akan lakukan itu bila diminta oleh pihak Mabes TNI.
baca juga : Hormati Salat Idul Adha, Gereja Katedral Jakarta Ubah Jadwal Misa.
"Kami belum diminta untuk verifikasi, kalau diminta pihak TNI, kami baru akan lakukan itu," kata Plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019).
Ferdinandus mengatakan, jika pihaknya hendak melakukan penelusuran jejak digital Enzo diperlukan permintaan khusus dari TNI karena sebagai pihak yang merekrut TNI tentu memiliki pertimbangan sendiri.
baca juga : Neymar Semakin Dekat dengan Pintu Keluar PSG.
"Itu kan artinya urusan-urusan khusus ya. Karena kasus di publik, lalu TNI sebagai pihak yang merekrut, kalau mereka minta, kami akan bantu. Sampai saat ini belum," kata dia.
Ia menuturkan, taruna akmil blasteran Prancis itu berada di bawah naungan Mabes TNI, sehingga pihaknya tak bisa melakukan penelusuran rekam jejak pribadi tanpa adanya permintaan dari lembaga tersebut.
baca juga : Perjuangan Dede Sunandar agar Anak Sembuh, Rela Jual Organ Tubuh.
"Artinya permintaan resmi dari Mabes TNI baru kami lakukan. Mereka yang bertanggung jawab atas konten itu," ujarnya.
baca juga : Hormati Salat Idul Adha, Gereja Katedral Jakarta Ubah Jadwal Misa.
"Kami belum diminta untuk verifikasi, kalau diminta pihak TNI, kami baru akan lakukan itu," kata Plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019).
Ferdinandus mengatakan, jika pihaknya hendak melakukan penelusuran jejak digital Enzo diperlukan permintaan khusus dari TNI karena sebagai pihak yang merekrut TNI tentu memiliki pertimbangan sendiri.
baca juga : Neymar Semakin Dekat dengan Pintu Keluar PSG.
"Itu kan artinya urusan-urusan khusus ya. Karena kasus di publik, lalu TNI sebagai pihak yang merekrut, kalau mereka minta, kami akan bantu. Sampai saat ini belum," kata dia.
Ia menuturkan, taruna akmil blasteran Prancis itu berada di bawah naungan Mabes TNI, sehingga pihaknya tak bisa melakukan penelusuran rekam jejak pribadi tanpa adanya permintaan dari lembaga tersebut.
baca juga : Perjuangan Dede Sunandar agar Anak Sembuh, Rela Jual Organ Tubuh.
"Artinya permintaan resmi dari Mabes TNI baru kami lakukan. Mereka yang bertanggung jawab atas konten itu," ujarnya.
JACKPOT | BERITA DUNIA | BERITA INDONESIA | BERITA BLOGSPOT | BERITA POLITIK | BERITA HARI INI | BERITA TERBARU | KABAR HARI INI | BERITA TERKINI | BERITA NASIONAL | BERITA BOLA | BERITA TOGEL | BERITA CASINO | BERITA POKER | BERITA ONLINE | BERITA POPULER | BERITA TERUPDATE | BERITA VIRAL | 11 AGUSTUS 2019


Leave a Comment