Viral Siswa Kibarkan Bendera Tauhid, Ini Penjelasan Kemenag
BeritakuDotCom, Istana168 - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menugaskan tim khusus untuk melakukan penelusuran dan penanganan serius terhadap kasus beredarnya foto siswa MAN 1 Sukabumi, Jawa Barat, yang mengibarkan bendera kalimat tauhid di halaman sekolahnya. Masalah ini memang sudah menjadi viral di media sosial.
baca juga : Cerita Haru Antoine Griezmann saat Resmi Pindah ke Barcelona.
Menindaklanjuti arahan itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, A Umar, langsung mengunjungi MAN 1 Sukabumi, serta berkoordinasi dengan Kepala Kankemenag setempat.
Tim telah melakukan konfirmasi dan verifikasi atas informasi yang beredar kepada Kepala MAN 1 Sukabumi dan siswa yang mengibarkan bendera.
baca juga : Pola Transaksi Narkoba yang Dilakukan Nunung.
"Berdasarkan penjelasan mereka dan keterangan sejumlah pihak, untuk sementara kami berkesimpulan bahwa tidak ada indikasi keterkaitan dengan HTI," jelas A Umar di MAN 1 Sukabumi, Jawa Barat, Minggu, 21 Juli 2017.
Menurut Umar, kejadian ini lebih karena ketidakmengertian siswa terhadap sensitifitas penggunaan bendera yang mirip dengan bendera ormas terlarang, HTI. Bendera itu dikibarkan dalam even promosi seusai program pengenalan siswa baru. Mereka ingin menarik perhatian siswa baru untuk ikut ekskul keagamaan di madrasah.
baca juga : Sudah Dihapus, Tweet Rich Brian Komentari Reaksi Jokowi Diungkap Warganet.
"Namun demikian, kami masih terus melakukan penelusuran untuk mendapatkan data lebih komprehensif. Jika ternyata ditemukan unsur pidana, kami serahkan kepada penegak hukum," katanya.
Selain itu, tim juga memberikan pengertian dan pembinaan kepada para siswa dan guru MAN 1 Sukabumi. Mereka juga sudah menandatangani surat pernyataan sebagai komitmen untuk patuh pada pembinaan Kemenag.
baca juga : Presenter TVRI Tewas Mengenaskan, Namanya Abu Saila alias Aditia.
Umar menegaskan bahwa pihaknya menaruh perhatian serius terhadap persoalan ini. Terlebih, Kemenag sedang menggencarkan internalisasi nilai agama yang selaras dengan nilai keindonesiaan, terutama di lingkungan lembaga pendidikan.
"Tadi disepakati juga bahwa Kepala Kankemenag Sukabumi akan segera melakukan pembinaan ke seluruh madrasah setempat agar tidak terjadi kasus serupa serta tidak terpapar paham ekstrem dan pengaruh ormas terlarang," ujarnya.
baca juga : Cerita Haru Antoine Griezmann saat Resmi Pindah ke Barcelona.
Menindaklanjuti arahan itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, A Umar, langsung mengunjungi MAN 1 Sukabumi, serta berkoordinasi dengan Kepala Kankemenag setempat.
Tim telah melakukan konfirmasi dan verifikasi atas informasi yang beredar kepada Kepala MAN 1 Sukabumi dan siswa yang mengibarkan bendera.
baca juga : Pola Transaksi Narkoba yang Dilakukan Nunung.
"Berdasarkan penjelasan mereka dan keterangan sejumlah pihak, untuk sementara kami berkesimpulan bahwa tidak ada indikasi keterkaitan dengan HTI," jelas A Umar di MAN 1 Sukabumi, Jawa Barat, Minggu, 21 Juli 2017.
Menurut Umar, kejadian ini lebih karena ketidakmengertian siswa terhadap sensitifitas penggunaan bendera yang mirip dengan bendera ormas terlarang, HTI. Bendera itu dikibarkan dalam even promosi seusai program pengenalan siswa baru. Mereka ingin menarik perhatian siswa baru untuk ikut ekskul keagamaan di madrasah.
baca juga : Sudah Dihapus, Tweet Rich Brian Komentari Reaksi Jokowi Diungkap Warganet.
"Namun demikian, kami masih terus melakukan penelusuran untuk mendapatkan data lebih komprehensif. Jika ternyata ditemukan unsur pidana, kami serahkan kepada penegak hukum," katanya.
Selain itu, tim juga memberikan pengertian dan pembinaan kepada para siswa dan guru MAN 1 Sukabumi. Mereka juga sudah menandatangani surat pernyataan sebagai komitmen untuk patuh pada pembinaan Kemenag.
baca juga : Presenter TVRI Tewas Mengenaskan, Namanya Abu Saila alias Aditia.
Umar menegaskan bahwa pihaknya menaruh perhatian serius terhadap persoalan ini. Terlebih, Kemenag sedang menggencarkan internalisasi nilai agama yang selaras dengan nilai keindonesiaan, terutama di lingkungan lembaga pendidikan.
"Tadi disepakati juga bahwa Kepala Kankemenag Sukabumi akan segera melakukan pembinaan ke seluruh madrasah setempat agar tidak terjadi kasus serupa serta tidak terpapar paham ekstrem dan pengaruh ormas terlarang," ujarnya.
JACKPOT | BERITA DUNIA | BERITA INDONESIA | BERITA BLOGSPOT | BERITA POLITIK | BERITA HARI INI | BERITA TERBARU | KABAR HARI INI | BERITA TERKINI | BERITA NASIONAL | BERITA BOLA | BERITA TOGEL | BERITA CASINO | BERITA POKER | BERITA ONLINE | BERITA POPULER | BERITA TERUPDATE | BERITA VIRAL | 22 JULI 2019


Leave a Comment