Relawan Tuntut Tanggung Jawab Prabowo atas Aksi 22 Mei

BeritakuDotCom, Istana168 - Relawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuntut pertanggungjawaban Prabowo terkait aksi 21-23 Mei lalu. Mereka tergabung dalam Jaringan Pemuda Penyelamat Konstituen Prabowo-Sandi.

baca juga : 15 Tahun Jadi Guru Honorer, Ini Alasan Nining Tetap Bertahan dan Tinggal di Toilet.

Para pendukung ini meminta Prabowo bertanggung jawab atas meninggalnya sembilan pemuda dan sejumlah orang yang diduga masih hilang dalam aksi yang berujung kericuhan tersebut.

"Prabowo harus bertanggung jawab atas sembilan orang yang telah meninggal dunia di aksi 21-23 Mei 2019 dan masih banyak lagi yang masih hilang hingga saat ini," tulis Jaringan Pemuda Penyelamat Konstituen Prabowo-Sandi dalam salah satu poin tuntutannya, Senin (15/7).

baca juga : Gempa Bumi Bali Terasa Hingga ke Lombok dan Lumajang.

Rencananya, para pendukung yang mayoritas mahasiswa ini akan menggelar aksi di kediaman Prabowo yang berlokasi di Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun aksi yang sekiranya digelar hari ini ditunda hingga tiga hari ke depan lantaran pihaknya belum mengantongi izin dari kepolisian.

"Harusnya memang hari ini, kami tunda hingga tiga hari ke depan untuk meminta izin ke pihak kepolisian," kata Ketua Koordinator Jaringan Pemuda Penyelamat Konstituen Prabowo-Sandi, Fhais saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon.

baca juga : AS Roma Bisa Hancurkan Tradisi Kapten Demi Datangkan Higuain.

Meski tak disuarakan langsung di halaman rumah Prabowo pada hari ini, Fhais berharap tuntutannya diketahui mantan Komandan Jenderal Koppasus itu sesegera mungkin. Menurutnya, para pendukung Prabowo kecewa dengan sikap dan langkah yang diambil pimpinan Partai Gerindra itu terkait pertemuannya dengan Joko Widodo pada Sabtu (12/7) lalu.

Dia berharap Prabowo bertemu pendukungnya dan meminta maaf secara langsung atas pertemuan yang disebutnya sebagai 'pengkhianatan' itu. Dia juga berharap Prabowo menyampaikan permintaan maaf bukan melalui media sosial atau juru bicara.

baca juga : Mengenal Urtikaria Kolinergik, Penyakit Gatal yang Dialami V BTS.

Terkait kerusuhan 21-22 Mei, Polri telah memaparkan laporan investigasinya. Hasilnya menunjukkan sejumlah oknum partai politik terlibat dalam kerusuhan itu. Namun, Polri tak menyebutkan nama partai politik dan identitas oknum tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan polisi sudah menelusuri penyebab dan pemicu kerusuhan yang terjadi selama 21-22 Mei. Dari hasil investigasi itu, ada delapan kelompok yang mereka duga sebagai pelaku kerusuhan.

baca juga : Gabung Barca, Griezmann Kecewa pada Atletico Madrid.

"Ada delapan kelompok, itu masih akan terus didalami oleh penyidik," kata Dedi di kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jumat (7/5).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.