Viral Video Perploncoan Siswa SMK Bina Maritim, Korban: Kami Sudah Terbiasa Dianiaya
BeritakuDotCom, Istana168 - Kabar kurang enak kembali datang dari dunia pendidikan Indonesia, baru-baru ini pengguna media sosial dihebohkan dengan video berisi aksi perpeloncoan terhadap siswa SMK Bina Maritim Maumere yang dilakukan oleh seniornya.
Dalam video tersebut, terlihat dua orang pelaku yang merupakan siswa kelas II, menganiaya salah seorang murid kelas I dengan cara ditampar dan dipukul pada bagian tubuh.
baca juga : Dispatch Rilis Transkrip Percakapan Baru, Hanbin Disebut Positif Narkoba.
Menurut keterangan siswa yang menjadi korban, SN, kejadian tersebut bukan pertama kalinya terjadi karena sebelumnya, dia dan teman-teman kelas I lain sudah sering disiksa oleh senior mereka.
"Kami sudah terbiasa, makanya kami nggak lapor ke guru-guru. Setiap hari kami disiksa oleh senior. Itu memang nggak diketahui para guru," terang SN.
baca juga : Isi Petitum Prabowo-Sandi untuk Batalkan Kemenangan Jokowi.
Lebih lanjut, SN menjelaskan bahwa alasan dia dan korban lain nggak melaporkan penganiayaan tersebut ke guru karena diancam akan menerima siksaan lebih dari senior mereka.
"Kami nggak lapor dengan para guru karena terima siksaan dobel dari senior. Setelah siksa kami, mereka ancam nggak boleh lapor. Kalau lapor disiksa lagi. Kami nggak lawan dan nggak melapor. Kami menghargai mereka sebagai senior makanya nggak berani lawan dan lapor," jelasnya.
baca juga : Pindah ke Rutan Cipinang, Ahmad Dhani Satu Sel dengan Pencuri.
SN menyebutkan, senior tersebut melakukan tindak penganiayaan kepada dirinya karena masalah rambut.
"Saya dipukul itu karena rambut paras. Padahal, senior yang pukul saya juga rambutnya paras. Itu tadi, kami takut mau lapor guru dan orangtua, kalau kami disiksa," tutup SN.
baca juga : Hazard Bicarakan Nomor Punggung dan Tak Mau Ambil Jatah Penalti dari Ramos.
Nggak lama setelah video tersebut viral di media sosial, pihak sekolah akhirnya memilih untuk mengambil tindakan tegas, yaitu dengan mengembalikan keempat pelaku kepada orang tua mereka masing-masing.
"Empat siswa itu kami keluarkan. Dua orang pelaku yang menganiaya korban, seorang yang membuata vidio dan seorang lagi yang memviralkan ke media sosial. Keputusan (keluarkan) mereka sudah final," terang Kepala SMK Bina Maritim, Minsri Sadipun dikutip dari Pos-Kupang.
baca juga : Nekat Terobos Perlintasan Kereta, Pemotor Ini Habis Dicaci Maki.
Dalam keterangannya, Minsri mengatakan bahwa insiden penganiayaan tersebut berlangsung di luar jam dan lingkungan sekolah, atau tepatnya di samping warung yang berada di Jalan Moan Subu Sadipun.
Hmm, lagi-lagi senioritas. Semoga kejadian serupa nggak terulang lagi ke depannya ya sob!
Dalam video tersebut, terlihat dua orang pelaku yang merupakan siswa kelas II, menganiaya salah seorang murid kelas I dengan cara ditampar dan dipukul pada bagian tubuh.
baca juga : Dispatch Rilis Transkrip Percakapan Baru, Hanbin Disebut Positif Narkoba.
Menurut keterangan siswa yang menjadi korban, SN, kejadian tersebut bukan pertama kalinya terjadi karena sebelumnya, dia dan teman-teman kelas I lain sudah sering disiksa oleh senior mereka.
"Kami sudah terbiasa, makanya kami nggak lapor ke guru-guru. Setiap hari kami disiksa oleh senior. Itu memang nggak diketahui para guru," terang SN.
baca juga : Isi Petitum Prabowo-Sandi untuk Batalkan Kemenangan Jokowi.
Lebih lanjut, SN menjelaskan bahwa alasan dia dan korban lain nggak melaporkan penganiayaan tersebut ke guru karena diancam akan menerima siksaan lebih dari senior mereka.
"Kami nggak lapor dengan para guru karena terima siksaan dobel dari senior. Setelah siksa kami, mereka ancam nggak boleh lapor. Kalau lapor disiksa lagi. Kami nggak lawan dan nggak melapor. Kami menghargai mereka sebagai senior makanya nggak berani lawan dan lapor," jelasnya.
baca juga : Pindah ke Rutan Cipinang, Ahmad Dhani Satu Sel dengan Pencuri.
SN menyebutkan, senior tersebut melakukan tindak penganiayaan kepada dirinya karena masalah rambut.
"Saya dipukul itu karena rambut paras. Padahal, senior yang pukul saya juga rambutnya paras. Itu tadi, kami takut mau lapor guru dan orangtua, kalau kami disiksa," tutup SN.
baca juga : Hazard Bicarakan Nomor Punggung dan Tak Mau Ambil Jatah Penalti dari Ramos.
"Empat siswa itu kami keluarkan. Dua orang pelaku yang menganiaya korban, seorang yang membuata vidio dan seorang lagi yang memviralkan ke media sosial. Keputusan (keluarkan) mereka sudah final," terang Kepala SMK Bina Maritim, Minsri Sadipun dikutip dari Pos-Kupang.
baca juga : Nekat Terobos Perlintasan Kereta, Pemotor Ini Habis Dicaci Maki.
Hmm, lagi-lagi senioritas. Semoga kejadian serupa nggak terulang lagi ke depannya ya sob!
JACKPOT | BERITA DUNIA | BERITA INDONESIA | BERITA BLOGSPOT | BERITA POLITIK | BERITA HARI INI | BERITA TERBARU | KABAR HARI INI | BERITA TERKINI | BERITA NASIONAL | BERITA BOLA | BERITA TOGEL | BERITA CASINO | BERITA POKER | BERITA ONLINE | BERITA POPULER | BERITA TERUPDATE | BERITA VIRAL | 15 JUNI 2019


Leave a Comment