Update Kasus Audrey, Pelaku Pengeroyokan Tolak 3 Poin Kesepakatan dan Diversi Lanjutan
BeritakuDotCom, Istana168 - Proses Diversi atas kasus pengeroyokan sejumlah pelajar SMA kepada salah seorang siswi SMPN 17 Pontianak, Audrey menghasilkan tiga poin kesepakatan.
baca juga : Piala Sudirman: Penyesalan Anthony Ginting Setelah Gagal Kalahkan Kento Momota
Tiga poin kesepakatan yang berhasil dicapai sebelumnya di antaranya, pihak keluarga pelaku bersilaturahmi ke pihak keluarga korban, pihak pelaku harus melakukan permintaan maaf di media massa selama 3 hari berturut-turut, dan menerima sanksi sosial dari BPAS.
Sayangnya, rencana penandatanganan kesepakatan diversi yang digelar di Pengadilan Negeri Pontianak pada Kamis (23/5) kemarin ternyata gagal terlaksana.
baca juga : Setelah 'Bangkrut' Akibat Vonis Penjara, Begini Cara Istri Zumi Zola Agar Lebaran Dapur Tetap Ngebul
Seperti yang dilansir HAI dari Kompas.com, batalnya proses penandatangan kesepakatan yang merupakan capaian upaya hukum diversi di tingkat kejaksaan pada Selasa (14/5) silam tersebut diungkapkan oleh tim kuasa hukum Audrey, Erik Mahendra.
Menurut Erik, batalnya proses penandatangan terjadi karena ketiga pihak pelaku menolak poin-poin kesepakatan yang telah dicapai ketika mengikuti diversi terakhir di kejaksaan.
baca juga : Raih Sepatu Emas Eropa Keenam, Lionel Messi Justru Tak Bahagia
"Sejatinya, kesepakatan itu akan dituangkan dalam sebuah berita acara yang ditanda tangani Kamis di Pengadilan Negeri Pontianak. Namun, ternyata ditolak," terang Erik ketika dihubungi, Sabtu (25/5).
Lebih lanjut, Erik mengatakan bahwa pihak pelaku nggak cuma menolak tiga poin kesepakatan yang telah diraih sebelumnya, melainkan juga adanya upaya diversi lanjutan yang ditawarkan pihak pengadilan pada 14 Juni mendatang.
baca juga : Rumah Sakit Jiwa Bengkulu Dipenuhi Pasien Stres dari Pendukung Capres
Meskipun begitu, Erik sendiri menegaskan bahwa pihaknya nggak mempersoalkan penolakan hasil kesepakatan tersebut, dan akan tetap memastikan penanganan kasus Audrey diselesaikan seusai prosedur yang berlaku.
Semoga kasus ini bisa segera diselesaikan ya sob, dan kedua belah pihak bisa mendapatkan keputusan yang seadil-adilnya.
baca juga : Piala Sudirman: Penyesalan Anthony Ginting Setelah Gagal Kalahkan Kento Momota
Sayangnya, rencana penandatanganan kesepakatan diversi yang digelar di Pengadilan Negeri Pontianak pada Kamis (23/5) kemarin ternyata gagal terlaksana.
baca juga : Setelah 'Bangkrut' Akibat Vonis Penjara, Begini Cara Istri Zumi Zola Agar Lebaran Dapur Tetap Ngebul
Menurut Erik, batalnya proses penandatangan terjadi karena ketiga pihak pelaku menolak poin-poin kesepakatan yang telah dicapai ketika mengikuti diversi terakhir di kejaksaan.
baca juga : Raih Sepatu Emas Eropa Keenam, Lionel Messi Justru Tak Bahagia
Lebih lanjut, Erik mengatakan bahwa pihak pelaku nggak cuma menolak tiga poin kesepakatan yang telah diraih sebelumnya, melainkan juga adanya upaya diversi lanjutan yang ditawarkan pihak pengadilan pada 14 Juni mendatang.
baca juga : Rumah Sakit Jiwa Bengkulu Dipenuhi Pasien Stres dari Pendukung Capres
TERIMAKASIH TELAH MEMBACA ARTIKEL BERITA INI. AYO KUNJUNGI SITE Beritaku.com UNTUK HADIAH KOMISI DAN CASHBACK!!
JACKPOT | BERITA DUNIA | BERITA INDONESIA | BERITA BLOGSPOT | BERITA POLITIK | BERITA HARI INI | BERITA TERBARU | KABAR HARI INI | BERITA TERKINI | BERITA NASIONAL | BERITA BOLA | BERITA TOGEL | BERITA CASINO | BERITA POKER | BERITA ONLINE | BERITA POPULER | BERITA TERUPDATE | BERITA VIRAL | 26 MAY 2019


Leave a Comment