Tanggapan Ahok BTP soal Banjir Jakarta
BeritakuDotCom, Istana168 - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok menanggapi soal bencana banjir yang melanda ibu kota dalam beberapa hari terakhir.
BTP mengaku sudah tidak mengurusi DKI Jakarta hampir 3 tahun. Khususnya soal sungai yang akan dinaturalisasi oleh pemerintah DKI.
"Saya sudah hampir 3 tahun enggak tahu urusan. Soal kata-kata begitu, Pak Gubernur sekarang lebih pintar dari saya," kata BTP di rumah dinas Ketua DPRD DKI Jakarta Pasetio Edi Marsudi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019).
BTP menceritakan soal pengalamannya selama menjadi Wakil Gubernur DKI hingga Gubernur DKI dalam hal menangani banjir.
"Kalau pengalaman saya pasti sebenarnya Jakarta itu pompanya sudah cukup oke, tanggul juga sudah oke, jadi perhatikan saja biasa kalau hujan sama kemarau, kalau langsung hujan memang kayu ranting nutupi saringan," kata BTP melanjutkan.
baca juga : Pesan Anies untuk Jokowi soal Rencana Pemindahan Ibu Kota
BTP mengatakan dulu alat berat selalu stand by untuk menguruk material-material demi menurunkan volume air.
"Dan tentu pasukan oranye mesti keliling, pasukan biru mesti keliling. Setiap kali hujan Jakarta kan banyak seperti ada buang sampah jangan nyumbat, kalau nyumbat volume air turunnya telat. Sama pompa mesti diperhatikan, jalan jamnya mesti dipenuhi, jangan menghidupkan pompa telat, kalau telat enggak keburu," ujarnya.
BTP mengaku sudah tidak mengurusi DKI Jakarta hampir 3 tahun. Khususnya soal sungai yang akan dinaturalisasi oleh pemerintah DKI.
"Saya sudah hampir 3 tahun enggak tahu urusan. Soal kata-kata begitu, Pak Gubernur sekarang lebih pintar dari saya," kata BTP di rumah dinas Ketua DPRD DKI Jakarta Pasetio Edi Marsudi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019).
BTP menceritakan soal pengalamannya selama menjadi Wakil Gubernur DKI hingga Gubernur DKI dalam hal menangani banjir.
"Kalau pengalaman saya pasti sebenarnya Jakarta itu pompanya sudah cukup oke, tanggul juga sudah oke, jadi perhatikan saja biasa kalau hujan sama kemarau, kalau langsung hujan memang kayu ranting nutupi saringan," kata BTP melanjutkan.
baca juga : Pesan Anies untuk Jokowi soal Rencana Pemindahan Ibu Kota
BTP mengatakan dulu alat berat selalu stand by untuk menguruk material-material demi menurunkan volume air.
"Dan tentu pasukan oranye mesti keliling, pasukan biru mesti keliling. Setiap kali hujan Jakarta kan banyak seperti ada buang sampah jangan nyumbat, kalau nyumbat volume air turunnya telat. Sama pompa mesti diperhatikan, jalan jamnya mesti dipenuhi, jangan menghidupkan pompa telat, kalau telat enggak keburu," ujarnya.
JACKPOT | BERITA DUNIA | BERITA INDONESIA | BERITA BLOGSPOT | BERITA POLITIK | BERITA HARI INI | BERITA TERBARU | KABAR HARI INI | BERITA TERKINI | BERITA NASIONAL | BERITA BOLA | BERITA TOGEL | BERITA CASINO | BERITA POKER | BERITA ONLINE | BERITA POPULER | BERITA TERUPDATE | BERITA VIRAL | 01 MAY 2019


Leave a Comment