Setujukah Untuk Hilangkan Fitur "Like" Pada Instagram?
BeritakuDotCom, Istana168 - Instagram dikabarkan mempertimbangkan merombak platform mereka dan menghilangkan fitur unggulan menyukai atau "like" supaya pengguna mereka bisa fokus terhadap konten yang diunggah.
baca juga : Gestur Negatif Ronaldo Usai Juventus Gagal di Liga Champions
Seorang pengamat teknis media sosial dan aplikasi, Jane Wong dalam cuitan menyiarkan temuannya berdasarkan kode di prototipe Instagram. Instagram tidak benar-benar menghilangkan "like", namun, menyembunyikan jumlah "like" di sebuah foto.
Menurut Jane Wong, Instagram ingin "para pengikut fokus ke apa yang Anda bagikan, bukan berapa banyak 'like' yang didapat", seperti dikutip dari laman The Verge.
baca juga : Kronologi Kasus Bunuh Diri Ketua KPPS di Sleman usai Perhitungan Suara
Hanya si pemilik akun yang dapat melihat berapa banyak "like" yang didapat dari foto atau video yang dia unggah.
Instagram belum menguji coba fitur ini, mereka menyatakan "mencari cara untuk mengurangi tekanan di Instagram, sesuatu yang selalu kami pikirkan".
baca juga : Ruben Onsu Derai Air Mata Saat Bertemu Sosok Ini
Sejumlah penelitian menuding media sosial sebagai salah satu penyebab penyakit mental, antara lain depresi, pada para penggunanya. Peneliti di University College London dalam studi yang dimuat di jurnal EclinicalMedicine awal tahun ini mengemukakan media sosial menyebabkan gangguan tidur dan pelecehan daring pada remaja.
Tapi, berdasarkan studi mereka, remaja perempuan cenderung lebih menderita akibat masalah ini—mungkin karena mereka lebih aktif dalam obrolan di situs.
baca juga : Dituduh Bohong Menangkan Jokowi-Ma'ruf, 8 Lembaga Survei Buka Data Quick Count
Penulis penelitian tersebut, Profesor Yvonne Kelly, mengatakan remaja perempuan lebih banyak menggunakan media sosial setiap hari dan hal tersebut meningkatkan gejala depresi secara bertahap. Sementara itu, skor gejala depresi lebih tinggi terhadap remaja lelaki yang menggunakan media sosial selama tiga jam atau lebih per hari.
baca juga : Gestur Negatif Ronaldo Usai Juventus Gagal di Liga Champions
Menurut Jane Wong, Instagram ingin "para pengikut fokus ke apa yang Anda bagikan, bukan berapa banyak 'like' yang didapat", seperti dikutip dari laman The Verge.
baca juga : Kronologi Kasus Bunuh Diri Ketua KPPS di Sleman usai Perhitungan Suara
Instagram belum menguji coba fitur ini, mereka menyatakan "mencari cara untuk mengurangi tekanan di Instagram, sesuatu yang selalu kami pikirkan".
baca juga : Ruben Onsu Derai Air Mata Saat Bertemu Sosok Ini
Tapi, berdasarkan studi mereka, remaja perempuan cenderung lebih menderita akibat masalah ini—mungkin karena mereka lebih aktif dalam obrolan di situs.
baca juga : Dituduh Bohong Menangkan Jokowi-Ma'ruf, 8 Lembaga Survei Buka Data Quick Count
JACKPOT | BERITA DUNIA | BERITA INDONESIA | BERITA BLOGSPOT | BERITA POLITIK | BERITA HARI INI | BERITA TERBARU | KABAR HARI INI | BERITA TERKINI | BERITA NASIONAL | BERITA BOLA | BERITA TOGEL | BERITA CASINO | BERITA POKER | BERITA ONLINE | BERITA POPULER | BERITA TERUPDATE | BERITA VIRAL | 21 APRIL 2019


Leave a Comment