5 Fakta soal Lubang Raksasa yang Muncul di Sukabumi
BeritakuDotCom, Istana168 - Warga Kampung RT 05/ RW 02 Desa Sukamaju, Kecamatan , Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dihebohkan dengan lubang berukuran besar pada Minggu (28/4) pukul 04.00 WIB dini hari. Lubang tersebut tepat berada di area persawahan milik warga setempat.
Terbentuknya lubang tersebut berawal dari warga sekitar yang mendengar suara gemuruh berhamburan keluar untuk memeriksa kondisi lubang tersebut. Bahkan saat kejadian, sebagian listrik milik warga langsung padam.
Berikut lima fakta mengenai lubang besar di Sukabumi tersebut,
1. Pernah terjadi pada 6 September 2018 lalu
Pada 6 September 2018, di kampung dan area yang sama, lubang serupa juga pernah terbentuk, dengan diameter kurang lebih enam meter dan kedalaman sekitar 10 meter. Jarak lubang lama dengan sekarang hanya berjarak sekitar empat meter, sementara diameter lubang yang sekarang dinilai lebih panjang dari yang lama.
2. Muncul diawali dengan getaran dan dentuman
Warga sekitar, Cece Sudirman (50), sempat berpikir bahwa itu merupakan lubang yang sudah ada dan kemudian melebar. Namun ternyata, itu adalah lubang baru.
"Sempat mendengar suara gemuruh kemudian ada dentuman keras, sekitar pukul 04.00 WIB, jaraknya sekitar empat meter dari lubang yang lama,” katanya di lokasi kejadian, Minggu (28/4).
3. Hujan deras diduga menjadi pemicu
Kapolsek Kadudampit, Iptu Agus Suherman, menuturkan lubang itu terbentuk sebagai dampak dari hujan deras yang terjadi di wilayah Kecamatan Kadudampit sejak malam (27/4/2019). Akibatnya, tanah di area persawahan itu mengalami longsor lalu membentuk lubang raksasa.
"Itu biasa ada yang longsor, kayak kejadian longsor membentuk lubang yang dulu pernah terjadi juga di sini. Lubang ini lokasinya dekat dengan lokasi lubang yang dulu," tuturnya, saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com --- media partner kumparan --- melalui saluran telepon, Minggu (28/4).
4. Jalur air menjadi penyebab munculnya lubang
Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), unit dari Badan Geologi Kementerian ESDM, telah meninjau langsung ke lokasi terbentuknya lubang raksasa tersebut.
Kabid Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG, Agus Budianto, menjelaskan bahwa di bawah kedua lubang tersebut terdapat sungai atau air. Hal inilah yang, menurutnya, merupakan penyebab terbentuknya kedua lubang besar tersebut.
“Kami sudah melakukan kajian di sana. Ternyata, jalur-jalur yang amblas itu di bawahnya dilewati oleh air, jalur sungai,” kata Agus saat dihubungi kumparanSAINS, Minggu (28/4) siang.
5. Diprediksi ada potensi amblas susulan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebut lubang besar yang kembali terbentuk di area persawahan warga Kampung RT 05/RW 02, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, disebabkan oleh adanya pelebaran tanah akibat hujan deras.
Kasi Kedaruratan dan logistik, BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widyaman, menjelaskan bahwa ada potensi terjadinya amblas susulan di lokasi amblasnya tanah atau longsor pada area persawahan tersebut. Ini mengancam area lain di sekitarnya di dekat lubang besar tersebut.
"Mengancam jalan setapak amblas juga," ucapnya kepada sukabumiupdate.com, Minggu (28/4/2019).
Kondisi terkini di lokasi lubang besar itu, menurutnya, sudah bisa dikendalikan oleh adanya kerja sama antara relawan, tagana, perangkat desa, tenaga medis, kader posyandu, kader PKK, pemuda, TNI, Polri, Koramil, dan Polsek yang siaga 1X24 jam.
"Kita sudah melatih semua komponen, daerah tersebut merupakan Kampung Siaga Bencana. Jadi, masyarakat sudah terlatih tanggap bencana dan antisipasi pengurangan risiko bencana ," ujarnya.
Terbentuknya lubang tersebut berawal dari warga sekitar yang mendengar suara gemuruh berhamburan keluar untuk memeriksa kondisi lubang tersebut. Bahkan saat kejadian, sebagian listrik milik warga langsung padam.
Berikut lima fakta mengenai lubang besar di Sukabumi tersebut,
1. Pernah terjadi pada 6 September 2018 lalu
Pada 6 September 2018, di kampung dan area yang sama, lubang serupa juga pernah terbentuk, dengan diameter kurang lebih enam meter dan kedalaman sekitar 10 meter. Jarak lubang lama dengan sekarang hanya berjarak sekitar empat meter, sementara diameter lubang yang sekarang dinilai lebih panjang dari yang lama.
2. Muncul diawali dengan getaran dan dentuman
Warga sekitar, Cece Sudirman (50), sempat berpikir bahwa itu merupakan lubang yang sudah ada dan kemudian melebar. Namun ternyata, itu adalah lubang baru.
"Sempat mendengar suara gemuruh kemudian ada dentuman keras, sekitar pukul 04.00 WIB, jaraknya sekitar empat meter dari lubang yang lama,” katanya di lokasi kejadian, Minggu (28/4).
3. Hujan deras diduga menjadi pemicu
Kapolsek Kadudampit, Iptu Agus Suherman, menuturkan lubang itu terbentuk sebagai dampak dari hujan deras yang terjadi di wilayah Kecamatan Kadudampit sejak malam (27/4/2019). Akibatnya, tanah di area persawahan itu mengalami longsor lalu membentuk lubang raksasa.
"Itu biasa ada yang longsor, kayak kejadian longsor membentuk lubang yang dulu pernah terjadi juga di sini. Lubang ini lokasinya dekat dengan lokasi lubang yang dulu," tuturnya, saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com --- media partner kumparan --- melalui saluran telepon, Minggu (28/4).
4. Jalur air menjadi penyebab munculnya lubang
Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), unit dari Badan Geologi Kementerian ESDM, telah meninjau langsung ke lokasi terbentuknya lubang raksasa tersebut.
Kabid Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG, Agus Budianto, menjelaskan bahwa di bawah kedua lubang tersebut terdapat sungai atau air. Hal inilah yang, menurutnya, merupakan penyebab terbentuknya kedua lubang besar tersebut.
“Kami sudah melakukan kajian di sana. Ternyata, jalur-jalur yang amblas itu di bawahnya dilewati oleh air, jalur sungai,” kata Agus saat dihubungi kumparanSAINS, Minggu (28/4) siang.
5. Diprediksi ada potensi amblas susulan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebut lubang besar yang kembali terbentuk di area persawahan warga Kampung RT 05/RW 02, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, disebabkan oleh adanya pelebaran tanah akibat hujan deras.
Kasi Kedaruratan dan logistik, BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widyaman, menjelaskan bahwa ada potensi terjadinya amblas susulan di lokasi amblasnya tanah atau longsor pada area persawahan tersebut. Ini mengancam area lain di sekitarnya di dekat lubang besar tersebut.
"Mengancam jalan setapak amblas juga," ucapnya kepada sukabumiupdate.com, Minggu (28/4/2019).
Kondisi terkini di lokasi lubang besar itu, menurutnya, sudah bisa dikendalikan oleh adanya kerja sama antara relawan, tagana, perangkat desa, tenaga medis, kader posyandu, kader PKK, pemuda, TNI, Polri, Koramil, dan Polsek yang siaga 1X24 jam.
"Kita sudah melatih semua komponen, daerah tersebut merupakan Kampung Siaga Bencana. Jadi, masyarakat sudah terlatih tanggap bencana dan antisipasi pengurangan risiko bencana ," ujarnya.
JACKPOT | BERITA DUNIA | BERITA INDONESIA | BERITA BLOGSPOT | BERITA POLITIK | BERITA HARI INI | BERITA TERBARU | KABAR HARI INI | BERITA TERKINI | BERITA NASIONAL | BERITA BOLA | BERITA TOGEL | BERITA CASINO | BERITA POKER | BERITA ONLINE | BERITA POPULER | BERITA TERUPDATE | BERITA VIRAL | 29 APRIL 2019


Leave a Comment